Kamis, 19 Juli 2012

ASURANSI MEMUDAHKAN ATAU MENYULITKAN


Asuransi adalah satu konsep Transaksi ekonomi yang menggantungkan penawaran pasca musibah baik seseorang atau Perusahaan dan saat ini sdh banyak dikembangkan asuransi dlm bentuk pendidikan spt layaknya tabungan dll. ironis sekali saat banyak kejadian /peristiwa terjadi pd seseorang malah klem asuransi sering sangat susah dan berbelit belit shg membuat org stress.padahal kalau boleh dibilang uang kita juga yg diputar2. dlm Islam asuransi msh dlm kategori abu-abu hukumnya, karna Islam tdk mengenal satu transaksi keuangan tanpa ada barang, sementra uang kita tertanam dlm waktu tertentu ...kita mengharapkan satu takdir yg boleh dibilang menyalahi aturan Tuhan Asuransi tdk cocok diterapkan di masyarakat yg agamis spt Indonesia.
Disamping banyak bertentangan dg syariat juga banyak merugikan masyarakat akibat klem-klem yang sangat sulit untuk dicairkan. sudah susah. untuk mendapatkan uang sendiri saja sangat berliku, bagus dana kita tanam dlm bentuk kerja sama modal untung dan rugi yg banyak diterapkan KoperaSI - koperasi syariah yg sdh mulai bertebaran.  Karna masyarakat kita udah ngga bodoh lg dan sadar akan asuransi sedikit demi sedikit banyak meninggalkan praktek traksakasi tak jelas itu.
Pemerintah seharusnya jangan memberikan ruang yg cukup akan keberadaan asuransi yg sangat menjamur itu.lebih-lebih banyak merugikan masyarakat ketimbang manfaatnya../sekali lagi jgnlah kita terjebak iming iming akan klem , dan jgn biarkan dirimu mendapat klem asuransi saat kita tak punya kaki atau tangan. harta baru bs dinikmati oleh orang-orang yang sehat bukan orang yang sakit .biarkan Tuhan yg menentukan takdir kita karna itu keputusanNya. kita manusia hanya bisa menerima takdirnya bukan melawanya Hidup lah dengan Tenang damai , sehat dan iman, selalu mengingat mati , semoga kita menjadi kaya dlm ketengan hati ketimbang mengharap yg tak jelas klem
 Demikian
Burhanuddin

PERLUNYA PENEGAKAN HUKUM YG SERIUS


Akhir – akhir ini masalah masalah sosial kenegaraan bertubi- tubi mendera bangsa ini, belum lagi masalah korupsi yg belum selesai , Hukum dan ketidak adilan juga bermasalah , Premium pangkal ekonomi  juga msh belum di dapat formula  yg tepat jalan keluarnya  seperti tak ada habisnya . Terkait narkoba tampaknya masalah ini sejak era 80 an tak pernahserius berhasil di berantas habis , badan-badan dibentuk Bpk Presiden untuk membantu kerja Aparat terkait. Tapi kenapa narkoba msh sering beredar malah nilai nya sampai fantastis , tangkapan sering tampak di ekspos di TV , tapi narkoba msh sering masuk di pasaran  dan beredar layak nya prodak Hp Bodong , tak pernah jera ,malah lebih berani  lebih miris lagi seorang  tahanan bs mengendalikan sebuah traksaksi narkoba yg bernilai spt APBN  hanya di balik terali besi penjara. Pertanyaanya sebenarnya adalah seberapa serius nya Pemerintah dalam memberantas narkoba ?.
Dibutuhkan suatu hokum ,lagi –lagi hal satu  ini harus menjadi ujung tombak akhir ... bagaimana cara memberikan hukuman yg paling jera bagi Supplier , pemasok , pengedar ,Pecandu walaupun Cuma sekian gram sabu-sabu misalnya. Jika bs diputus mata rantai dr hulu tsb kita tak perlu lg susah operasi penggrebekan sampai ke discotik, pub-pub .Memang benar Uang yg beredar dr hasil transaksi ini sangat menggiurkan shg banyak orang sekedar menjadi kurir , membawa barang haram ini sudah bisa menikmati hasil yg tdk perlu kerja keras dan bs menjadi godaan sangat dahsyat dr pr penegak Hukum.
Tapi sampai kapan hal ini bisa dihentikan , Jawabannya ada pada Masyarakat perlu untuk mengontrol sosial dg cara menjadikan musuh bersama bg pecandu ,pengedar narkoba ,Orang Tua sebagai yg paling terdekat dg anak remaja selalu menumbuhkan sikap perhatian akan perkembangan pergaulan anaknya, sering menganjurkan kegiatan yg lebih bermanfaat dan berprestasi , Ulama berperan menyadarkan dan meningkatkan keimanan setiap individu masyarakat sbg banteng diri , DPR terhormat sbg  membuat Payung hokum dan perundang undangan scr  tegas jangan abu-abu mengikuti pesanan oknum tertentu.
Pemerintah/ Negara  bertanggung jawab melaksanakan payung  hokum secara tegas  dengan didukung tindakan sigap tanpa pandang bulu membentengi anak mudanya atau rakyatnya dr keterpurukan akan Narkoba. nasib Bangsa besar ini terletak di Generasi selanjutnya, apalah jadinya masa depan Negara ini dipimpin oleh oarng-orang teller suka on fly. jadi kita harus saling bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan peredaran narkoba ini tdk terkecuali  apalagi tebang pilih.
 Yg terpenting dr hal tsb adalah keseriusan Pemerintah dan Aparatnya jgn sampai  ada peluang atau cela bs masuknya peredaran narkoba yg seakan mudah diterobos para mafia tsb. Janganlah Pemerintah  seperti mati suri atau lembek akan penegakan  hokum , shg hukum bs lebih garang, tegak, tegas ,wibawa  bg siapa saja tanpa pandang bulu baik miskin atau kaya dan memuaskan keadilan masyarakat.
Demikian
Burhanuddin batam
Opini Media Indonesia 3/2/2012

Kamis, 02 Februari 2012

PROGRAM RUMAH RAKYAT NAN MURAH


Sudah Menjadi Fitrah Manusia , Rumah atau Tempat Tinggal adalah merupakan kebutuhan dasar dan menjadi hak setiap insan untuk bertahan hidup dan mempertahankan kehidupan dengan aman ,nyaman ,tentram dan adil. Hal ini menjadi keharusan urusan tersebut dipikul oleh Pemerintah ( Penguasa ) untuk menyediakan Perumahan/ Rumah Murah.
Banyak hal sudah dilakukan oleh Pemerintah kita dalam mendorong  terciptanya penyediaan Perumahan Rakyat yaitu dengan program Rumah Rakyat atau Rumah sangat murah. Dengan berbagai kebijakan antara lain seperti subsidi uang muka,penurunan bunga Kredit bank ,pengambilan kredit dengan jangka waktu lama diatas 10 th,berbagai kebijaksanaan dipermudah Pem kot terkait masalah alokasi lahan peruntukan Rumah Rakyat, serta pajak yang rendah bagi pengembang yang melaksanakan pengembangan rumah murah tersebut.
Konsep Perumahan yg dibutuhkan rakyat sebenarnya tidak hanya Murah ,sehat dan layak huni saja tapi bagaimana menjadikan Perumahan tersebut menjadi kawasan terpadu ekonomi dan dapat menggali potensi  Ekonomi masyarakat kelas menengah bawah bisa survive di lingkungkungan nya tanpa harus terpusat satu titik Kawasan ekonomi yg sudah ada ,shg Para Masyarakat tdk saja harus tiap hari Urban kepusat kota untuk melakukan traksaksi ekonominya tapi juga membangun kawasan ekonomi baru tak jauh dr tempat tinggalnya. Salahsatunya dengan tersedianya fasilitas Jalan ,Drainese cukup, Listrik ,Atb,Telekomunikasi , Taman-Taman Penghijauan(Bermain),kalau perlu Taman Pemancingan, Serta Pasar sebagai Pusat Ekonominya beserta turunananya.
Hal ini untuk menjawab tantangan yg ada dilapangan bahwasanya yang terjadi sebenarnya adalah perumahan Rakyat yang dibangun Pengembang tdk sesuai rencana dan terkesan asal asalan karena dianggap murah oleh Pengembang dan sering salah target sasaran pembeli yang di rencanakan Pemerintah .Lahan yang jauh dan sepi ditambah jalan yang lama tdk dibangunnya pengembang sering menjadi alasan tersendiri bagi rakyat bawah untuk ogah-ogahan tinggal di tempat yg telah disediakan tersebut. Apalagi banyak rakyat menengah bawah masih menggantungkan kehidupan nya di daerah keramaian ( Kota).Kurang nya dinas terkait turun lapangan untuk mengontrol Pengembang nakal yang membangun asal asalan juga menjadi penyebab salah sasaran peruntukan Rumah rakyat yang jatuh di tangan para orang berduit yang sekedar  Investasi dan mencari untung Pribadi.
Sering konsep kebijakan yang dibangun Pemerintah karena kurang nya kontrol dilapangan atau kong kalikong ,di manfaatkan oleh Pengembang tak bertanggung jawab ( Pengembang karbitan )untuk meraup untung semata tanpa mengindahkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai Pemerintah.Coba kita harus rubah, Pemerintah juga harus ketat dalam Pengawasan program-programnya sehingga tak sia-sia dengan berbagai konsep yang bagus dan sering tak berhasil ditingkat pelaksanaannya.
Demikian
Opini Media Indonesia  Des 2011

Senin, 14 Februari 2011

Me - Rencana , MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN RUMAH IDAMAN

 House in mitra Raya Bt
                                                          


           Sering kita berhadapan dengan permasalahan lahan sempit / terbatas di sebuah Perumahan dalam Kota , hal ini di tuntut sebuah kecermatan dan kejelian dalam mengatasi kebutuhan akan ruang bagi keluarga maupun kenyamanan kita. Perencanaan tersebut juga mengedepankan sistim alokasi dan sirkulasi udara serta tata pencahayaan baik dari matahari maupun energy listrik.
            Banyak cara bagaimana kita merencana atau merancang rumah , Yang pertama sejak awal pembelian dari Pengembang , Kedua renovasi dari rumah awal dengan melibatkan tukang atau mandor, ketiga menggunakan jasa arsitek ,Keempat merencana dan membangun sendiri ......Kenapa tidak !!!!!!!!!.
Ada beberapa hal yang akan kita ketengahkan , bagaimana cara merancang dan membangun Rumah Idaman kita secara sederhana , mudah dan tidak sulit menerapkan bagi orang awam di bidang bangunan.
           Tip ini dirancang untuk keperluan sendiri dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip teknis dan masalah pengurusan perizinan yang berlaku di pemerintahan setempat. Seiring meningkatnya usia baik orang tua maupun anak-anak dan bertambahnya jumlah anggota keluarga, apalagi bagi orangtua yang mempunyai anak-anak yang berbeda jenis kelamin yang tumbuh manis menjadi remaja , Patut bagi orang tua untuk merenungkan kembali ,reposisi ulang akan keberadaan ruang sebagai kebutuhan akan perkembangan fisik maupun mental spiritual anak dalam menapak jati diri kedewasaannya. Orangtua sudah harus menilai dan menimbang kembali akan ruang ruang yang akan diperluas atau dibikin baru dengan semangat baru.
           Untuk memenuhi tersebut perlu anda mengenali dan mempelajari karakter , potensi ,kelebihan dan kekurangan . tampilan depan perlu tidaknya atau hanya mengedepankan perluasan kedalam. Hal ini anda pelajari sehingga dalam pembangunan nanti dapat lebih optimal dalam perancangan sesuai kebutuhan dan penyediaan pendanaan .
           Sebelum melakukan pembangunan ada baiknya anda melakukan langkah yang pertama adalah survey terlebih dahulu , sediakan waktu yang cukup untuk melakukan pekerjaan ini , sebab survey ini boleh dibilang langkah yang sangat menentukan dalam proses pelaksanaan pembangunan.
Ada beberapa langkah – langkah survey yang harus anda lakukan sebelum melaksanakan Pembangunan al :
1. L o k a s i
Bagi anda yang berniat membangun rumah tetapi belum mempunyai lahan sebaiknya melakukan pengecekkan daerah yang cocok misalnya , lokasi padat penduduk , dekat jalan primer, dekat dengan saluran D a s , atau kondisi tanah berkontur ( tinggi rendah ), lokasi di bawah jalan atau dibalik situ atau kolam penampungan air hujan , dekat dengan getaran K A , dll serta tak lupa jenis tanah secara singkat
2. M a t e r i a l
Banyak pembangunan tidak selesai tepat waktu atau barangkali malah macet di tengah jalan. Hal ini bisa diakibatkan banyak hal yaitu misalnya matrial yang direncanakan tidak sesuai yang diharapkan, pembiayaan tidak mencukupi dengan matrial yang digunakan shg banyak terjadi kesia- siaan , walaupun ada bagian material yg dapat dikembalikan ketoko material. Terjadi penundaan pengiriman akibat kesalahan dalam pemesanan, akibat kurangnya informasi akibat kebutuhan lapangan yang bersifat mendadak. Hal ini menjadi salah satu dalam penghematan pembelanjaan material
3. Lingkungan sekitar
Banyak kalangan masyarakat yang membangun rumahnya,sering kurang mempedulikan masalah lingkungan sekitar . dalam pembangunan rumah lingkungan apabila tdk dikenali sering menjadi kendala, misalnya suplai dan tata letak material yang begitu banyak menuntut tdk hanya pengaturan tapi juga masalah interaksi sosial dengan para tetangga di sekitar. Dan masalah akibat dari pembangunan sudah diprediksi sebelumnya baik masalah pengaliran air kotor , air hujan serta kotoran material akibat pembangunan tersebut
                                                                                                                                  
                                                                                                                         House in LilliPilli

Ekonomi Islam: Ada Apa Di Dalamnya dan Bagaimana Cara Mengembangkan

                                                                                                                                                  
 Ekonomi Islam telah memiliki kebangunan rohani selama beberapa dekade terakhir.  Namun, masih dalam tahap awal pengembangan. Berbeda dengan ini, ekonomi konvensional telah menjadi maju dan canggih disiplin baik setelah melalui proses panjang dan ketat pembangunan selama lebih dari satu abad.  Apakah disiplin baru dalam ilmu ekonomi yang dibutuhkan?  Jika demikian, apa ekonomi Islam, bagaimana hal itu berbeda dari ekonomi konvensional, dan apa kontribusi yang telah itu membuat selama berabad-abad. Artikel ini mencoba menjawab secara singkat pertanyaan-pertanyaan ini.
 Hal ini universal diakui bahwa sumber daya yang langka dibandingkan dengan klaim pada mereka. Namun, secara bersamaan juga diakui oleh hampir semua peradaban bahwa kesejahteraan semua manusia harus terjamin. Mengingat kelangkaan sumber daya, kesejahteraan dari semua mungkin tetap menjadi mimpi yang belum direalisasi jika sumber daya langka yang tidak digunakan secara efisien dan adil. Untuk tujuan ini, setiap masyarakat perlu mengembangkan strategi yang efektif, yang secara sadar atau tidak sadar dikondisikan oleh pandangan dunia tersebut. Jika pandangan dunia ini cacat, strategi mungkin tidak dapat membantu masyarakat mewujudkan kesejahteraan semua. pandangan dunia yang berlaku dapat diklasifikasikan demi kemudahan menjadi dua papan konstruk teoritis (1) sekuler dan materialis, dan (2) spiritual dan kemanusiaan.
 Peran Pandangan Dunia
 Sekuler dan pandangan dunia materialis mementingkan maksimum pada aspek material dari kesejahteraan manusia umumnya dan cenderung mengabaikan pentingnya aspek spiritual sering. Mereka berpendapat bahwa materi maksimum kesejahteraan dapat menjadi yang terbaik terwujud jika individu diberi kebebasan tanpa hambatan untuk mengejar mereka kepentingan diri sendiri dan untuk memaksimalkan kepuasan mereka ingin sesuai dengan selera mereka sendiri dan preferensi. [1] Dalam bentuk yang ekstrem mereka mereka tidak mengakui peran bimbingan Tuhan dalam kehidupan manusia dan penuh kepercayaan tempat dalam kemampuan manusia untuk kapur sebuah strategi yang tepat dengan bantuan alasan mereka. Dalam pandangan dunia yang ada peran yang kecil untuk nilai atau intervensi pemerintah dalam alokasi yang efisien dan adil dan distribusi sumber daya.  Ketika ditanya tentang bagaimana sosial bunga akan dilayani ketika semua orang memiliki kebebasan tak terbatas untuk mengejar / nya dirinya-bunga, jawabannya adalah bahwa kekuatan pasar akan sendiri memastikan hal ini karena kompetisi akan menjaga kepentingan pribadi di bawah cek.
 Berbeda dengan ini, pandangan-dunia agama memberikan perhatian baik material serta aspek-aspek spiritual kesejahteraan manusia. Mereka tidak perlu menolak peran akal dalam pembangunan manusia. Mereka, bagaimanapun, mengakui keterbatasan akal dan ingin melengkapi itu dengan wahyu.  Mereka tidak juga menolak perlunya kebebasan individu atau peran yang melayani kepentingan diri sendiri bisa bermain dalam pembangunan manusia Mereka, bagaimanapun, menekankan bahwa baik kebebasan dan mengejar kepentingan diri sendiri menjadi perlu melunakkan oleh nilai-nilai moral dan baik tata kelola untuk memastikan bahwa semua orang kesejahteraan menyadari dan bahwa harmoni sosial dan integritas keluarga tidak terluka dalam proses semua orang melayani / nya dirinya.
 Bahan dan Kebutuhan Spiritual
 Meskipun tidak ada pandangan dunia utama yang berlaku di seluruh dunia benar-benar materialis dan hedonis, ada, namun, perbedaan yang signifikan antara mereka dalam hal penekanan yang mereka tempat pada atau tujuan material dan spiritual peran nilai-nilai moral dan intervensi pemerintah dalam pemesanan manusia urusan. Sedangkan tujuan bahan berkonsentrasi terutama pada barang dan jasa yang berkontribusi terhadap kenyamanan fisik dan kesejahteraan, tujuan rohani mencakup kedekatan kepada Allah, ketenangan pikiran, kebahagiaan batin, kejujuran, keadilan, saling peduli dan kerja sama, keluarga dan keharmonisan sosial, dan tidak adanya kejahatan dan anomie. Ini mungkin tidak dihitung, tetapi, bagaimanapun, penting untuk mewujudkan kesejahteraan manusia. Sumber daya yang terbatas, penekanan yang berlebihan pada bahan material kesejahteraan dapat menyebabkan pengabaian bahan rohani. Semakin besar perbedaan dalam penekanan, semakin besar mungkin menjadi perbedaan dalam disiplin ekonomi masyarakat ini Feyerabend. (1993) sejujurnya diakui ini dalam pengantar edisi Cina pemikiran bukunya, Against Method, dengan menyatakan bahwa "Pertama ilmu dunia hanya satu ilmu di antara banyak; dengan mengklaim lebih tidak lagi menjadi instrumen penelitian dan berubah menjadi a) tekanan kelompok politik ("(p.3, kurung adalah dalam bahasa aslinya).
Pandangan Dunia Pencerahan dan Ekonomi Konvensional
 Ada banyak yang umum antara pandangan dunia agama-agama besar yang paling, terutama orang-orang Yahudi, Kristen dan Islam.  Hal ini karena, menurut Islam, ada kesinambungan dan kesamaan dalam sistem nilai dari semua agama Terungkap sejauh mana pesan belum hilang atau terdistorsi selama berabad-abad. Alquran dengan jelas menyatakan bahwa: "Tidak ada yang berkata kepada Anda [Muhammad] yang tidak berkata kepada Rasul sebelum kamu" (Al-Qur'an, 41:43).  Jika ekonomi konvensional yang terus berkembang dalam citra pandangan dunia Yahudi-Kristen, seperti yang terjadi sebelum Gerakan Pencerahan dari abad ketujuh belas dan kedelapan belas, tidak mungkin perbedaan yang signifikan antara ekonomi konvensional dan Islam. Namun, setelah Gerakan Pencerahan, semua disiplin intelektual di Eropa menjadi dipengaruhi oleh sekuler,-netral, materialis-Darwinis nilai dan pandangan dunia sosial, meskipun ini tidak berhasil sepenuhnya.  Semua ekonom tidak selalu menjadi materialis atau sosial-Darwinis dalam kehidupan pribadi mereka dan banyak dari mereka terus melekat pada pandangan-dunia agama mereka Koopmans. (1969) telah benar mengamati bahwa "menggaruk ekonom dan Anda akan menemukan moralis di bawahnya." Oleh karena itu , sedangkan secara teori ekonomi konvensional menerapkan nilai netral orientasi dan pandangan dunia sekuler Pencerahan dan gagal untuk mengenali peran penilaian nilai dan tata pemerintahan yang baik dan adil dalam alokasi yang efisien dan distribusi sumber daya, dalam praktek ini tidak terjadi sepenuhnya. pra -Pencerahan tradisi tak pernah menghilang sama sekali (lihat Baeck, 1994, hal 11).
 Tidak ada keraguan bahwa, meskipun pandangan dunia sekuler dan materialis, sistem pasar menyebabkan periode panjang kemakmuran dalam perekonomian yang berorientasi pasar Barat,. Namun hal ini belum pernah terjadi sebelumnya kemakmuran tidak mengarah pada penghapusan kemiskinan atau pemenuhan semua kebutuhan sesuai dengan sistem nilai Kristen-Judeo bahkan di negara-negara terkaya. Hal ini menunjukkan bahwa kedua efisiensi dan ekuitas tetap sulit dipahami meskipun perkembangan yang cepat dan kenaikan fenomenal dalam kekayaan.
 Akibatnya telah ada kritik terus-menerus dari ekonomi oleh sejumlah sarjana-makna juga, termasuk Thomas Carlyle (Dulu dan Sekarang, 1843), John Ruskin (Kepada ini, terakhir 1862) dan Charles Dickens (Hard Times, 1854-1855) di Inggris , dan Henry George (Kemajuan dan Kemiskinan, 1879) di Amerika. Mereka mengejek doktrin dominan laissez-faire dengan penekanan pada kepentingan diri sendiri.  Thomas Carlyle ekonomi disebut sebagai "ilmu suram" dan menolak ide bahwa kepentingan pribadi yang tidak terkendali dan bebas akan bekerja dalam harmoni dan selanjutnya kesejahteraan umum (lihat Jay dan Jay, 1986).  Henry George mengutuk kontras yang dihasilkan antara kekayaan dan kemiskinan dan menulis: "Jadi selama segala kekayaan peningkatan yang kemajuan modern membawa pergi tapi untuk membangun kekayaan besar, untuk meningkatkan mewah dan membuat kontras tajam antara Rumah Memiliki dan House of Ingin , kemajuan itu tidak nyata dan tidak dapat permanen "(1955, hal 10).  Selain gagal untuk memenuhi kebutuhan dasar sejumlah besar orang dan ketidaksetaraan peningkatan pendapatan dan kekayaan, pembangunan ekonomi modern telah dikaitkan dengan disintegrasi keluarga dan kegagalan untuk membawa ketenangan pikiran dan kebahagiaan batin (Easterlin 2001, 1995 dan 1974; Oswald, 1997; Blanchflower dan Oswald, 2000; Diener dan Oshi, 2000; Kenny, 1999). dan Karena masalah ini dan orang lain laissez-faire pendekatan yang kehilangan tanah, terutama setelah Depresi Besar tahun 1930-an sebagai Hasil revolusi Keynesian dan serangan gencar sosialis.  Namun, sebagian besar pengamat menyimpulkan bahwa intervensi pemerintah saja tidak dapat dengan sendirinya menghapus semua penyakit sosio-ekonomi.  Hal ini juga perlu untuk memotivasi individu untuk melakukan apa yang benar dan tidak melakukan apa yang salah. Ini adalah tempat mengangkat moral masyarakat dapat membantu. Tanpa itu, dan lebih sulit dan mahal peraturan yang lebih banyak.  Peraih Nobel Amartya Sen, oleh karena itu, benar berpendapat bahwa "menjauhkan ekonomi dari etika telah miskin ekonomi kesejahteraan dan juga melemahkan dasar kesepakatan baik dan prediktif ekonomi deskriptif" dan bahwa ekonomi "dapat dibuat lebih produktif dengan membayar lebih besar dan eksplisit perhatian lebih pada pertimbangan etis bahwa perilaku manusia dibentuk dan penghakiman "(1987, hal 78-79).  Hausman dan McPherson juga menyimpulkan dalam artikel survei mereka "Ekonomi dan Kontemporer Moral Philosophy" bahwa "Sebuah ekonomi yang bergerak aktif dan self-kritis dengan aspek moral pokok permasalahannya tidak bisa tidak lebih menarik, lebih jelas dan, akhirnya, lebih berguna daripada yang mencoba untuk tidak menjadi "(1993, hal 723).